Well, buat teman-teman yang sedang mencari contoh pidato bertemakan ‘Kepahlawanan’ dibawah ini ada contohnya, tapi jangan maen copy paste aja ya, kalian bisa jadikan contoh dibawah ini sebagai perbandingan atau pun dijadikan sebagai bahan pengulasan untuk membuat pidato lain yang lebih baik lagi. So, be a creative!

Dr. J. Leimena, Peran Sang Tokoh Sumpah Pemuda

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati Bapak guru bahasa Indonesia serta teman-teman yang saya cintai.

Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta peran kita sebagai generasi muda untuk meneruskan perjuangan bangsa dan Negara untuk mewujudkan kehidupan masa depan yang lebih baik di negara kita yang tercinta ini. Kita juga bersyukur, pada pagi hari ini masih dapat berkumpul di tempat ini, dengan dikaruniai kesehatan jasmani dan rohani untuk memperingati Hari Sumpah pemuda.

Delapan puluh dua tahun adalah suatu masa dan perjalanan yang cukup panjang bagi suatu generasi bangsa ketika itu, 28 Oktober 1928 silam, pemuda Indonesia berkumpul di Jakarta, mengucapkan suatu ikrar yang dikenal dengan sumpah pemuda.

Dan di hari ini kita memperingati kembali Hari Sumpah Pemuda. Ini membuktikan bahwa kita sebagai bangsa yang besar telah mampu membangun pemuda kita untuk terus menjujung tinggi rasa persatuan serta selalu menghormati jasa-jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk membangun tanah air tercinta ini. Dengan memperingati Hari Sumpah pemuda ini kita senantiasa menghargai dan selalu mengenang para tokoh pejuang dalam mencapai dan menegakkan kemerdekaan Republiik Indonesia.

Dengan memperingati hari ini mengandung makna bahwa pemuda Indonesia yang memiliki solidaritas adalah pemuda yang mampu menumbuhkan perasaan senasib sepenanggungan, merasakan penderitaan orang lain dan memiliki kemampuan berbagi rasa.

 

 

Teman-teman yang saya cintai,

 

Bukanlah hal yang mudah bagi para pahlawan kita untuk membangun persatuan, rasa nasionalisme serta kebersamaan untuk dapat menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sumpah pemuda ini merupakan tonggak sejarah bangsa Indonesia yang tidak boleh dilupakan, walaupun kini kita telah terbebas dari penjajahan yang telah menyengsarakn kita, karena pada saat itulah erbentuk tekad bangsa kita untuk menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang mampu berdiri sendiri dan bangsa yang memiliki harapan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Hal ini tidak lepas dari perjuangan para tokoh sumpah pemuda itu sendiri yang telah membawa bangsa kita untuk bebas dari keterpurukan dan bersatu dalam satu paham, satu tanah air, satu bangsa dan bahasa, yang mana tertera dalam isi sumpah pemuda itu sendiri. Masih inggatkah Teman-teman tentang isi dari sumpah pemuda? Akan saya ulas kembali tentang isi dari sumpah pemuda.

 

“Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.”

“Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.”

“Kami putera dan puteri Indonesi, menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia.”

 

Kurang lebih seperti itulah isi dari sumpah pemuda. Sungguh akan sangat keterlaluan bila Teman-teman sudah lupa akan ikrar bangsa kita, pemuda kita.

 

Teman-teman yang berbahagia,

 

Telah kita ketahui bahwa peristiwa sumpah pemuda adalah suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Masihkah teman-teman ingat sejarah dari Sumpah pemuda?

Baiklah akan saya jelaskan secara singkat tentang sejarah peristiwa sumpah pemuda. Sebagaimana yang telah kita pelajari di sekolah bahwa sumpah pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat yang berbeda oleh Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI). Kongres tersebut di hadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tionng hoa. Dan setelah itu tercetuslah Ikrar atau sumpah pemuda. Adakah yang masih ingat siapa saja tokoh-tokoh sumpah pemuda? Ya, ada salah satu diantaranya yaitu J. Leimena. Apakah teman- teman tahu siapa beliau ini? Baiklah akan saya ulas kembali tentang perjuangan beliau dan peran beliau dalam pemerintahan dan bidang kesehatan.

Beliau adalah salah satu panitia Kongres Pemuda yang memimpin Jong Ambon. Beliau dilahirkan dilahirkan di Ambon 6 Maret 1905. Sebagai salah seorang pendiri Parkindo (Partai Kristen Indonesia) tahun 1945 dan menjadi ketua umumnya pada 1950–1959, J Leimena termasuk tokoh yang paling sering menjabat sebagai menteri sebanyak 18 kali selama 20 tahun (sejak 1946 sampai dengan 1966).

 

Teman-teman yang tercinta,

 

Selain beliau berperan dalam pemerintahan Indonesia beliau pun memiliki andil yang amat besar dalam bidang kesehatan. Pada saat zaman pendudukan Jepang, Leimena memimpin Rumah Sakit Tangerang dan setelah kemerdekaan diangkat menjadi menteri muda kesehatan.

Dr. J. Leimena adalah pencetus Bandung Plan yaitu rencana pembangunan pusat kesehatan di Bandung. Kabupaten yang terpilih akan mendapat pusat kesehatan di suatu kecamatannya. Setiap dua tahun sekali ditambah dengan satu lagi pusat kesehatan di kecamatan lain. Di ibu kota kabupaten akan dibangun rumah sakit pembantu dan lima tahun kemudian ditambah satu lagi. Rencana Leimena ini yang kemudian menjadi cikal bakal puskesmas pada masa Orde Baru. Dalam keadaan bagaimanapun ia tetap memperhatikan kesehatan orang lain.

 

Teman-teman yang saya cintai,

 

Betapa berjasa sang tokoh sumpah pemuda ini tidak hanya seorang tokoh yang memiliki peran dalam membangun persatuan negara tetapi juga Beliau memiliki kepedulian dan berjiwa besar. Sungguh Indonesia sangat bangga memiliki pemuda seperti Beliau

Oleh karena itu marilah kita mensyukuri karunia Tuhan kepada kita pemuda Indonesia bahwasanya dengan kerja keras dalam membangun nasionalisme kaum muda untuk mendapatkan kelayakan sebagai bangsa Indonesia serta perjuangan dengan para pemuda Indonesia kita dapat bersatu, mengukuhkan rasa persaudaraan, serta menumbuhhkan rasa cinta terhadap tanah air kita. Karena para Pemuda Indonesia-lah kita dapat membebaskan diri dari belenggu penjajahan yang sekian ratus tahun telah mengurung kita dalam penderitaan yang amat menyakitkan. Perjalanan kita sebagai generasi penerus pemuda Indonesia memang masih panjanng. Namun kita yakin, dengan adanya ikrar serta tauladan sang pahlawan kita akan bangkit dan maju menuju masa depan yang gemilang. Sebagai penerus bangsa kita akan memajukan Indonesia menjadi lebih baik lagi dan meneruskan perjuangan para tokoh penggerak sumpah pemuda untuk membangun rasa nasionalisme.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, melimpahkan rahmat, karunia, dan ridho-Nya kepada kita pemuda Indonesia dalam membangun bangsa dan Negara kita menjadi bangsa yang besar, maju, dan memiliki rasa nasionalis yang kokoh tetap meneladani dan menghormati jasa pahlawan kita.

Demikian pidato yang saya sampaikan, semoga pidato ini bermanfaat untuk kita semua, khususnya pemuda Indonesia. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan terima kasih atas perhatian yang hadirin berikan. Maju pemuda Indonesia!

 

 

Wassalamu’alaikum wr. wb.

About these ads